MOMENTUM INDIKATOR

  1. Pengenalan

    Momentum indikator adalah indikator yang mengukur kecepatan dari sebuah harga. Adapun indikator yang masuk dalam kategori momentum, antara lain Relative Strength Indicator (RSI), Commodity Channel Index (CCI), Stochastic, William %R, dan masih banyak lagi. Walaupun indikator-indikator tersebut menggunakan pendekatan dan formula yang berbeda untuk menghasilkan analisanya, namun pada prinsipnya semua memiliki kesamaan, yaitu untuk mengukur kecepatan dari sebuah harga.

    Dalam hal ini, harga dapat kita umpamakan seperti sebuah mobil. Ketika harga sedang melaju dalam sebuah trend, maka bisa diumpamakan seperti sebuah mobil yang sedang melaju di jalanan. Ketika mobil akan berbalik arah, maka mobil akan memperlambat lajunya untuk kemudian pelan-pelan memutar arah. Demikian juga dengan harga, ketika harga akan mengalami reversal, maka harga itu akan melambat terlebih dahulu, untuk kemudian berubah arah dari downtrend menjadi uptrend ataupun sebaliknya. Hal inilah yang dilakukan oleh indikator momentum, yaitu menunjukkan seberapa cepat atau seberapa lambat harga itu melaju. Sehingga diharapkan dengan mengacu kepada momentum indikator, trader dapat memperkirakan, kapan harga akan berbalik arah.

    Momentum indikator lebih dikenal luas dengan istilah oscillator. Penulis akan menggunakan istilah ini untuk membiasakan pembaca dengan istilah yang lebih dikenal secara luas. Perlu diingat bahwa prinsip dasar dari oscillator adalah bahwa sinyal buy dan sell yang dihasilkan oleh oscillator masih tetap memerlukan konfirmasi dari harga itu sendiri. Boleh-boleh saja trader menggunakan oscillator sebagai sinyal awal untuk analisa buy dan sell, tapi tetap trigger yang paling utama untuk buy dan sell adalah aksi dari harga tersebut (price action). Oscillator hanya memberikan sinyal, tentang adanya potensi pembalikan arah (reversal) dari harga. Tidak serta merta ketika oscillator memberikan sinyal pembalikan arah, maka harga akan berbalik arah juga, bisa saja harga berbalik arah beberapa candle setelahnya atau malah harga tidak jadi berbalik arah.

    Pada dasarnya, ada beberapa cara membaca atau menginterpretasikan sinyal dari oscillator, beberapa diantaranya yang paling sering digunakan adalah

    1. Overbought (OB) dan Oversold (OS)
    2. Equlibrium dan Zero Line cross
    3. Analisa Divergence

    Karena secara prinsip semua oscillator memiliki kesamaan, maka penulis mencoba membahas terlebih dahulu ketiga cara interpretasi di atas, sebelum masuk ke detail masing-masing oscillator yang akan dibahas. Pada tulisan kali ini, penulis akan fokus untuk membahas interpretasi oscillator dari indikator yang lebih sering dipakai oleh trader, yaitu Stochastic, RSI, dan CCI.

  2. Interpretasi Oscillator

    a. Overbought (OB) dan Oversold (OS)

    Semua oscillator memiliki kesamaan karakteristik, yaitu selalu bergerak dari satu ekstrim ke ekstrim yang lainnya, area ekstrim ini disebut dengan overbought dan oversold area. Overbought berada di atas equilibrium line dan oversold berada di bawah equilibrium line, seperti terlihat pada gambar 2.1  di bawah ini.

    Gambar 2.1

    Overbought (OB) adalah kondisi jenuh beli, yang bisa menandakan 2 kemungkinan, yaitu uptrend yang kuat atau adanya potensi untuk reversal ke arah bearish. Ketika oscillator memasuki area OB, tidak berarti serta merta harga akan reversal ke bearish, bisa saja untuk suatu periode, harga akan terus naik sementara oscillator tetap berada di area OB. Hal ini menandakan uptrend yang kuat (strong uptrend). Sebaliknya, tidak jarang juga ketika oscillator memasuki area OB, harga langsung mengalami bearish reversal, memantul kembali ke arah bawah.

    Oversold (OS) adalah kondisi jenuh jual, yang bisa menandakan 2 kemungkinan, yaitu downtrend yang kuat atau adanya potensi untuk reversal ke arah bullish. Ketika oscillator memasuki area OS, tidak berarti serta merta harga akan reversal ke bullish, bisa saja untuk suatu periode, harga akan terus turun sementara oscillator tetap berada di area OS. Hal ini menandakan downtrend yang kuat (strong downtrend). Sebaliknya, tidak jarang juga ketika oscillator memasuki area OS, harga langsung mengalami bullish reversal, memantul kembali ke arah atas.

    Lantas, bagaimana cara membedakan apakah OB atau OS itu merupakan pertanda dari strong trend atau merupakan pertanda dari reversal ? Nah, tentu saja semua harus mengacu lagi kepada price action, kepada harga. Seperti apa bentuk candle nya, apakah harga berdekatan dengan support atau resisten, dan sebagainya. Perhatikan gambar 2.2 sebagai contoh.

    Gambar 2.2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 2.2 di atas menggunakan RSI dengan periode 14 hari (RSI 14). Batas ekstrim atas adalah 70 dan batas ekstrim bawahnya adalah 30. Ada juga beberapa trader yang menggunakan batas ekstrim atas 80 dan batas ekstrim bawah 20. 70-30 akan memberikan timing yang lebih cepat untuk penilaian kondisi OB namun lebih lambat untuk penilaian kondisi OS, apabila dibandingkan dengan 80-20. Kembali lagi semua dikembalikan ke masing-masing trader, dan tentunya disesuaikan dengan sifat atau karakteristik masing-masing saham yang sedang di analisa.

Terlihat pada gambar 2.2 di atas, setiap kali garis RSI melewati 70, maka yang terjadi adalah harga terus naik. Hal ini menandakan bahwa kondisi OB merupakan pertanda dari strong uptrend, bukan pertanda reversal.

Sebaliknya terlihat pada gambar 2.3, setiap kali RSI melewati 70, maka yang terjadi adalah harga akan turun. Hal ini menandakan bahwa kondisi OB merupakan pertanda dari adanya potensi untuk reversal ke arah bearish.

Gambar 2.3

Level OB dan OS secara default biasanya berbeda-beda untuk setiap indikator.

  • Untuk RSI : OB (70) , OS (30)
  • Untuk Stochastic : OB (80), OS(20)
  • Untuk CCI : OB (+100), OS (-100)

 

b. Equilibrium dan Zero Line Cross

Salah satu interpretasi oscillator, selain OB dan OS adalah dengan menggunakan garis equilibrium (garis kesetimbangan). Garis kesetimbangan ini berbeda-beda untuk setiap indikator.

  • Untuk RSI, garis kesetimbangan berada di level 50
  • Untuk Stochastic, garis kesetimbangan berada di level 50
  • Untuk CCI, garis kesetimbangan berada di level 0

Cara interpretasi dengan menggunakan equilibrium line adalah sebagai berikut :

  • Bila oscillator crossing equilibrium line dari bawah ke atas, maka itu adalah sinyal untuk buy
  • Bila oscillator corssing equilibrium line dari atas ke bawah, maka itu adalah sinyal untuk sell

Penting untuk diingat bahwa, equilibrium line ini hanya merupakan sinyal pelengkap, bukan sebagai indikator utama untuk keputusan buy dan sell. Hal ini dikarenakan di dalam oscillator, ada yang dikenal dengan divergence. Divergence adalah ketika harga bergerak tidak paralel dengan garis oscillator. Misalnya harga membentuk higher high (ke arah  naik), tetapi garis oscillator membentuk lower high (ke arah turun). Apabila equilibrium line digunakan sebagai indikator utama untuk mengambil keputusan buy dan sell, maka bisa saja terjadi interpretasi yang salah dalam membaca oscillator. Untuk lebih detail bisa dibaca di pembahasan mengenai analisa divergence. Perhatikan contoh pada gambar 2.4 di bawah ini.

Gambar 2.4

Gambar 2.4 di atas menggunakan CCI dengan periode 14 hari (CCI 14). Batas ekstrim atas (OB) adalah +100 dan batas ekstrim bawahnya (OS) adalah -100. Garis equlibrium nya adalah di angka 0, yang diberi garis merah putus-putus. Asumsi bahwa misalnya trader hanya menggunakan equilibrium line sebagai sinyal buy dan sell, maka buy dan sell dapat dilakukan seperti ditunjukkan oleh garis panah di gambar di atas, dan terlihat walaupun buy dan sell agak sedikit terlambat, namum potensi keuntungan yang didapatkan  cukup lumayan. Namun perlu di ingat bahwa ini hanya merupakan contoh, jangan pernah melakukan keputusan buy dan sell hanya berdasarkan equilibrium line, tetapi usahakan di combine dengan analisa lain seperti divergence, OB dan OS, serta menggunakan indikator lain seperti moving average, MACD, dan tak lupa pula perhatikan price action nya (support, resisten, candle pattern, dsb nya).

c. Analisa Divergence

Divergen berarti adanya ketidak-paralel-an antara harga dan oscillator. Ada 2 kategori divergen secara umum :

– Bullish divergence

Ini adalah divergence yang mengindikasikan adanya potensi reversal dari bearish ke bullish. Ciri-cirinya adalah harga membentuk trend ke bawah sedangkan oscillator membentuk trend ke atas. Ketika terjadi indikasi seperti ini, maka ada kemungkinan harga akan mengikuti oscillator. Artinya adalah oscillator berfungsi sebagai leading indicator untuk harga. Maka tidak jarang momentum indikator sering dikatakan sebagai leading indikator. Perhatikan contohnya pada gambar 2.5 di bawah ini :

Gambar 2.5

Terlihat bahwa setelah terbentuk bullish divergence, harga naik. Dengan demikian dapat dikatakan divergence pada CCI (14) ini terkonfirmasi oleh harga. Namun perlu diperhatikan bahwa tidak semua bullish divergence akan terkonfirmasi oleh harga. kembali lagi trader harus memperhatikan tanda-tanda sebuah bullsih reversal misalnya dari adanya candle hammer, harga yang membentuk higher low, dan sebagainya.

– Bearish divergence

Ini adalah divergence yang mengindikasikan adanya potensi reversal dari bullish ke bearish. Ciri-cirinya adalah harga membentuk trend ke atas sedangkan oscillator membentuk trend ke bawah. Ketika terjadi indikasi seperti ini, maka ada kemungkinan harga akan mengikuti oscillator. Perhatikan contohnya pada gambar 2.6 di bawah ini :

Gambar 2.6

Terlihat bahwa setelah terbentuk bearish divergence, harga turun. Dengan demikian dapat dikatakan divergence pada CCI (14) ini terkonfirmasi oleh harga. Namun perlu diperhatikan bahwa tidak semua bearish divergence akan terkonfirmasi oleh harga. Kembali lagi trader harus memperhatikan tanda-tanda sebuah bearish reversal misalnya dari adanya candle shooting star, hanging man, harga yang membentuk lower high, dan sebagainya.

Nah setelah membahas interpretasi dasar dari oscillator, maka selanjutnya akan dibahas beserta contoh detail mengenai penggunaan CCI, RSI, dan Stochastic pada tulisan berikutnya.

Nantikan tulisan berikutnya dari trader_kampoeng

13 comments

  1. Sutjipto H Reply

    Mantap penjelasan nya bro etuz. Mudah dipahami. Lanjutkan terus tulisan nya. Buat maju trader Indonesia.

  2. OK Trader Reply

    Cakep tulisannya.. dan lumayan mudah dipahami buat newbie seperti saya.. Ada satu permintaan saya saat ini: “tolong gambar chartnya dibuat lebih tajam tidak blur seperti itu… sekian terima kasih.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *