SUN TZU’S : THE ART OF WAR (PART 1)

Psikologi ! Ya, itulah yang selalu penulis tekankan kepada rekan2 sejawat trader, karena sadar atau tidak psikologislah yang berperan paling penting dalam menentukan apakah seorang trader bisa survive di pasar modal atau tidak. Metode trading yang bagus tanpa disertai psikologis dan money management yang baik, tidak akan memberikan hasil yang maksimal. Namun asal seorang trader memiliki psikologis yang baik, dengan money management yang simpel dan metode trading yang simpel saja, bisa memberikan hasil yang cukup baik.

Oleh karena nya penulis kali ini akan mencoba untuk memaparkan dari segi psikologis dengan harapan supaya rekan-rekan trader dapat memperoleh hasil yang maksimal dalam tradingnya. Nah, untuk psikologis penulis melihat ada satu buku yang bagus, yaitu the ART OF WART SUN TZU. Sudah jadi rahasia umum bahwa buku kitab perang ini, sudah banyak diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dan banyak pula digunakan di berbagai bidang ilmu, seperti marketing, sales, untuk self empowerment, dan lain sebagainya. Tidak terkecuali untuk trading, strategi teknik perang sun tzu juga bisa kok diterapkan dalam dunia trading.

Nah, ada satu buku yang membahas strategi perang sun tzu dalam relevansinya dengan dunia trading, judul bukunya adalah SUN TZU’S  ART OF WAR FOR TRADERS AND INVESTORS karangan Dean Lundell. OK, mari kita bahas satu per satu, bab per bab dari buku ini, tentu saja tulisan ini akan bersambung, karena tidak mungkin penulis bisa tuliskan semua bab dalam satu tulisan.

Pendahuluan

Seni perang sun tzu telah ada sejak 2500 tahun yang lalu dan sudah dipakai di berbagai disiplin ilmu yang ada sekarang. Konsep dasar dibalik ajaran sun tzu adalah menang tanpa harus bertarung. Tampaknya memang aneh, namun mudah-mudahan semua bisa menjadi jelas tatkala trader bisa memahami bab demi bab yang akan diuraikan. Maksudnya adalah dengan banyak menerapkan seni perang sun tzu, seorang trader bisa menjadi fleksibel dan beradaptasi dengan situasi pasar modal, sehingga bisa “dancing with the market”, bisa tune in dengan market, sehingga menjadi harmoni dengan market.

Seni perang Sun Tzu terdiri dari 13 bab, sehingga dalam bukunya Dean Lundell juga menggunakan 13 Bab untuk memaparkan seni perang Sun Tzu, dalam hubunganannya dengan dunia trading. Setiap nasihat atau ajaran Sun Tzu akan dituliskan beserta dengan pemahaman nya secara mendetail dan aplikasinya dalam dunia trading. Baiklah, mari kita bahas satu per satu strategi Sun Tzu.

BAB I

Sun Tzu berkata :

“Bahwa perang, atau aksi militer, adalah kepentingan vital terhadap satu bangsa atau negara. Perang adalah masalah kelangsungan hidup, tentang kehidupan dan kematian, keselamatan atau kehancuran. Oleh karena itu, kita harus mempelajarinya dan memahaminya.”

Penjelasan :

Dunia ini berubah dengan cepat, sekarang jamannya ekonomi global,setiap negara memiliki keterkaitan ekonomi dengan negara lain. Hal ini harus dipelajari oleh para trader. Satu hal yang penting adalah, uang akan meninggalkan pasar di suatu negara yang buruk dan beralih ke pasar suatu negara yang baik. Hal ini misalnya kita ambil contoh Tax Amnesty sekarang, dengan adanya Tax Amnesty, kita bisa berharap IHSG akan menguat. Kenapa ? Karena Tax Amnesty membuat kondisi ekonomi negara kita menjadi lebih baik, dan tentu saja investor asing senang dengan kondisi ekonomi suatu negara yang baik. Hal ini setiap hari terjadi di pasar modal, jadi penting bagi para trader untuk mengamati news tentang kondisi ekonomi secara global dan hubungannya dengan Indonesia, kalau dalam istilah kerennya kita sebut Intermarket analysis.

Sun Tzu berkata :

“Bahwa perang atau konflik, dapat diukur dengan 5 cara: jalan, cuaca, tanah, kepemimpinan dan disiplin”

“Jalan atau hukum, membuat orang menyetujui pimpinannya sehingga mereka mengikutinya tanpa memperdulikan bahayanya”

Penjelasan :

Jalan bagi penulis sendiri bisa diartikan berbagai macam. Jalan mana yang akan anda tempuh sebagai trader ? Main saham blue chip, 2nd liner, saham gorengan ? Pastikan bahwa kita mengetahui karakteristik dari saham-saham tersebut sebelum kita membeli nya. Semua harus disesuaikan dengan psikologis masing-masing dan cara bagaimana kita mengelola resiko. Trader yang agresif boleh saja menggunakan 50% portonya untuk bermain saham gorengan, dan sisa 50% lagi untuk bermain saham 2nd liner. Asalkan sudah mengerti rule nya. Rule di saham gorengan beda dengan saham 2nd liner atau saham Blue chip. Kalo di saham blue chip, makin dalam suatu saham turun, justru kesempatan mendapatkan barang murah. Namun saham gorengan, ketika harganya sudah turun dalam, disarankan segera buang posisi, karena kecil kemungkinan harga sahamnya akan naik lagi.

Jalan juga bisa diartikan style trading apa yang ingin digunakan oleh para trader. Apakah Buy on breakout yang artinya follow the trend, ataukah buy on low yang biasanya menjadi countertrend dengan mencoba membeli ketika harga saham sedang turun. Biasanya buy on low ini berarti buy on support, trader mencoba melihat support kuat dan memprediksi kemungkinan ada harapan untuk harga memantul naik ketika terkena support.

Sebenarnya jalan manapun yang ditempuh oleh para trader, tidak menjadi masalah, asalkan sudah tau rule nya, sudah pahami resikonya masing-masing. Karena biar bagaimanapun, ada banyak jalan untuk mencari cuan, tidak harus terpaku pada suatu metode tertentu saja.

Sun Tzu berkata :

“Cuaca berarti waktu atau musim”

Penjelasan :

Penting bagi trader memahami elemen waktu dalam pasar modal. Sekarang pada tahapan apa pasar modal kita sedang berada ? Hope, fear, greed, atau desperation ?

Penting bagi seorang trader memahami siklus yang terjadi, karena di dalam pasar modal semua bergerak mengikuti siklus dan siklus ini akan terus berulang. Perhatikan gambar di bawah ini. Dengan memahami siklus, seorang trader dapat mengambil keputusan dengan benar Hati-hati ketika sudah ada dalam siklus euforia, maka sebaiknya kurangi posisi.. Sebisa mungkin hindari siklus market yang sedang turun.

1

Sekian dulu pembahasan untuk Part I ini, akan dlianjutkan pada tulisan berikutnya..Salam Profit !

Klik di SINI untuk lanjut ke Part 2

5 comments

  1. Pingback: SUN TZU’S : THE ART OF WAR (PART 3) – Kampung Saham

  2. Pingback: SUN TZU’S : THE ART OF WAR (PART 4) – Kampung Saham

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *