SUN TZU’S : THE ART OF WAR (PART 2)

OK, mari kita lanjutkan seni perang dari Sun Tzu, masih menyambung dari Bab I

Bab I (Lanjutan)

Sun Tzu berkata :

“Tanah atau bumi berarti menafsirkan situasi dalam cakupan waktu, jarak, kemudahan perjalanan dan bahaya”

Penjelasan :

Trader harus bisa menafsirkan siklus yang sedang diikuti (seperti pada pembahasan sebelumnya),kemudian memperkirakan jaraknya, sudah sejauh mana harga bergerak dari dasarnya, sehingga bisa menghitung berapa risk reward nya apabila trading ingin dilakukan. Kemudian perlu dilihat apa saja bahaya dalam perjalanan harga tersebut ke atas, dalam arti lihat apakah ada banyak resisten kuat yang menanti harga tersebut, tentu saja harga yang sudah menembus ATH (all time high) lebih cenderung punya tenaga untuk naik lagi, karena tidak ada resisten yang menjadi level psikologis untuk menahan laju harga tersebut.

Sun Tzu berkata :

“Bahwa disiplin berarti urutan komando dan disposisi dari sumber-sumber”

Penjelasan :

Bagi seorang trader, displin berarti melatih pengendalian diri dalam hal kepatuhan terhadap trading plan yang sudah dibuat. Berarti sebelum trading, seorang trader sudah harus memiliki trading plan yang terdiri dari harga entry, harga exit untuk take profit, harga exit untuk cut loss, kemudian juga harus sudah ditetapkan berapa jumlah lot yang akan dibeli. Setelah menyusun trading plan, selanjutnya harus mematuhi trading plan tersebut dengan disiplin. Sun Tzu berkata bahwa jenderal yang mempunyai disiplin tinggi akan memenangkan peperangan. Begitupun juga trader, mereka yang memiliki disiplin tinggi akan memperoleh profit.

Sun Tzu berkata :

“Bahwa semua peperangan berdasarkan tipu daya. Bila anda kuat bersikaplah seakan-akan anda lemah dan berbuat sesuatu yang menjanjikan untuk mendorong musuh anda melakukan yang anda harapkan. Bila lawan anda lebih superior, hindarilah “

Penjelasan :

Strategi ini adalah strategi yang sering digunakan oleh para bandar. Artinya strategi ini bisa jadi peringatan untuk para retail trader. Para smart money, biasanya mereka sudah tau saham mana yang akan naik, karena mungkin faktor laba bersih nya yang meningkat drastis, maka sebelum rilis laporan keuangan, smart money ini akan mulai mengakumulasi saham pelan-pelan di harga bawah. Ketika rilis laporan keuangan, smart money ini akan meyebarkan berita bahwa laporan keuangan perusahaan tersebut bagus, dengan banyak ekspektasi dan bahasa fundamental selangit, dengan ekspektasi take profit yang biasanya muluk-muluk. Penyebaran news ini bisa lewat media koran, bisa lewat analisa analis, dll. Nah, ketika retail berlomba-lomba membeli harga saham yang terus naik, maka smart money tinggal menjual sahamnya yang sudah diakumulasi sambil tertawa terbahak-bahak, karena strateginya berhasil.

Sebagai retail, maka kita harus hati-hati dengan berita ini. Penulis sendiri biasanya, ketika mendengar news tentang suatu saham, tidak terlalu bernapsu untuk mengejar kenaikan harga saham di hari pertama. Penulis akan menunggu, apabila memang secara fundamental saham ini bagus, maka tentu saja kenaikan akan terus berlanjut di hari kedua, ketiga, dst nya. Penulis biasanya mencoba masuk di hari kedua, itupun dengan position sizing yang sedikit saja, mungkin maksimum hanya 10% porto. Kenapa ? karena seringkali news itu menjadi titik puncak dari kenaikan harga saham tersebut.

Maka dari itu, penulis selalu berketetapan hati, ketika melihat para analis sudah berlomba-lomba mem-promote suatu saham, dengan ekspektasi dan iming-iming yang alay lebay, dan berita-berita sudah terlalu membumbung tinggi di atas awan, maka di situlah pintu exit yang paling baik. Biasanya itu sudah di puncak dan sudah dekat di ambang penurunan harga saham. Jangan sampai kita beli saham lalu nyangkut, trus jadilah investor dadakan..hehehe..

OK, dengan demikian berakhir sudah pembahasan mengenai Bab I dari 13 Bab strategi perang Sun Tzu…Nantikan tulisan selanjutnya mengenai strategi perang Sun Tzu bagi trader.

Klik di SINI untuk lanjut membaca ke Part 3

5 comments

  1. Haoyun Reply

    penjelasannya singkat padat berisi 👍 sy menantikan bahasan-2 selanjutnya

  2. OK Trader Reply

    Di part 1 terdapat kutipan ini: “Bahwa perang atau konflik, dapat diukur dengan 5 cara: jalan, cuaca, tanah, kepemimpinan dan disiplin”
    Alangkah lebih baik jika penjelasannya juga dibuat dalam satu part saja. Jadi seperti tidak ada yg hilang.. soalnya pembaca mesti membuka lagi tulisan di part 1 dan 2 untuk mengingat-ingat lagi. Ini kurang enak banget lohh..
    Tapi keren bahasan tulisan ini… Ditunggu part2 berikutnya.. dari “Sun Tzu’s: The Art of War”.. serius loh.. ini saya baru tahu ada art/ilmu kyk gini 🙂
    Selamat menulis lg dehhh… oiya satu lgi… tanda baca tanyanya itu harus nempel sama huruf terakhir 🙂

  3. Pingback: SUN TZU’S : THE ART OF WAR (PART 1) – Kampung Saham

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *