SUN TZU’S : THE ART OF WAR (PART 3)

OK, mari kita lanjutkan membahas Bab II dari strategi perang Sun Tzu

Bab II

Sun Tzu berkata:

“Bahwa saat laskar perang bertempur dalam pertarungan nyata, bila kemenangan masih jauh untuk diraih, senjata-senjata para prajurit akan menjadi tumpul dan antusiasme merekapun menurun.”

Penjelasan :

Hal ini mengingatkan para trader, bahwa ketika sedang berada dalam posisi yang loss berturut-turut, ada baiknya trader berhenti trading untuk sementara waktu guna memperbaiki psikologis   sambil mengevaluasi dimanakah letak kesalahan. Hal ini penting karena apabila trader memaksakan untuk tetap trading, yang ada hanya keinginan membalas dendam, ingin supaya loss nya cepat balik, yang ujung-ujungnya biasanya membuat trader tersebut menjadi overtrading dan atau berani mengambil resiko yang besar. Hasilnya tentu saja hanya kekalahan demi kekalahan.

Sun Tzu berkata:

“Bahwa bila anda mengepung sebuah kota, anda akan kehilangan tenaga dan sumber-sumber anda. Oleh karena itu laparkan musuh-musuh anda dan carilah sumber-sumber mereka”

Penjelasan :

Hal ini mengingatkan para trader, bahwa trading itu adalah mengenai lari marathon, bukan pertandingan sprint. Artinya bahwa adalah lebih penting membuat beberapa kali transaksi yang berhasil ketimbang hanya mengandalkan satu kali transaksi tapi dalam jumlah lot yang besar. Bayangkan kalau anda trading 100% full porto pada satu saham saja, dan ternyata harga sahamnya makin lama makin turun? Tentunya sangat beresiko untuk porto anda. Yang terpenting di sini adalah seorang trader harus bisa mempertahankan sumber-sumber keuangannya, portonya harus tetap bertahan dan dijaga stabil.

Trading itu mengenai manajemen resiko, hal yang harus jadi prioritas utama adalah bagaimana mengelola resiko terlebih dahulu, maka cuan akan datang dengan sendirinya. Ada banyak cara mengelola resiko dengan benar, beberapa diantaranya adalah :

  • Usahakan minimal punya 4 saham dalam satu porto
  • Diversifikasi minimal 2 sektor saham dalam satu porto saham
  • Selalu punya plan, sebelum entry harus sudah tau entry mau dimana, stop loss berapa, take profitnya di mana
  • Ada baiknya menghitung risk/reward sebelum entry, risk/reward adalah perbandingan resiko dan reward yang di inginkan. Walaupun reward tidak selalu bisa tercapai, tetapi tetap perlu dipertimbangkan juga. Misalnya entry di Rp. 100, stoploss di Rp. 90, dan Take profti di Rp. 120, maka risk/reward = (100-90) / (120-100) = 1 / 2. Penulis sendiri lebih suka mencari saham dengan risk/reward minimal 1/2.
  • Saran para profesional trader adalah maksimal 2-5% porto yang diikhlaskan untuk loss dalam setiap kali trading. Misalnya modal 100 juta, dan loss yang anda ikhlaskan hanya 25 saja, maka setiap kali trading, loss maksimal yang bisa ditolerir adalah 2 juta saja.

Ingatlah bahwa kita tidak bisa mengatur market. Kita tidak bisa tahu dengan pasti, sampai sejauh mana harga akan bergerak turun atau naik. Maka dari itu, yang bisa kita lakukan adalah menentukan seberapa banyak kita mau rugi dalam setiap trading. Sedangkan untuk urusan profit, disarankan selalu mempunyai target awal untuk take profit, dan dalam perjalanannya tentu saja harus di guide dengan menggunakan trailing stop sambil mengamati ke mana arah angin berhembus. Target take profit bisa dinaikkan atau diturunkan seiring perjalanan waktu, tergantung dari pola pergerakan harga yang terlihat.

Sun Tzu berkata:

“Jenderal yang bijak tidak hanya membuat lapar musuh-musuhnya, tetapi juga memberi penghargaan bagi prajuritnya dengan hasil-hasil kemenangan”

Penjelasan :

Karena anda adalah sang jenderal, maka hargailah diri anda. Kalau sudah cuan, jangan lupa berilah hadiah buat diri sendiri dan jangan lupa berbagilah dengan sesama. Ingat bahwa dengan menghargai diri sendiri, maka anda akan memperkuat sikap dan mengembangkan mental dan pikiran seorang pemenang. Hal ini kelihatannya sepele, tetapi sesungguhnya penting. Latihlah mental anda sebagai seorang pemenang.

Sun Tzu berkata:

“Bahwa yang penting adalah menang, bukan kekerasan hati”

Penjelasan :

Sun Tzu mengingatkan bahwa sebagai seorang trader, kita harus bisa bekerja secara cerdik. Bukan kerja keras. Jangan salah paham, kerja keras itu penting, tanpa kerja keras, maka hasil yang didapat tidak akan maksimal. Namun selain kerja keras, seorang trader juga harus cerdik. Seorang trader harus bisa mengevaluasi gaya tradingnya, apakah sudah sesuai dengan psikologisnya. Untuk bisa mengevaluasi gaya trading, trader harus memiliki jurnal trading yang berisi rincian detail setiap posisi yang diambil oleh trader, lengkap dengan alasannya, dan hasil trading tersebut apakah loss atau profit juga dituliskan di jurnalnya.

Dengan adanya jurnal trading, tentunya dapat membantu seorang trader memahami, apa yang menjadi kelemahan dalam gaya tradingnya, sehingga bisa diperbaiki. Sementara apa yang sudah bagus, tinggal diingat dan dilakukan berulang-ulang. Jangan lupa pepatah : “repetition is mother of all learning”.

Nah kita sudah selesai membahas Bab II dari strategi perang Sun Tzu. Nantikan tulisan tentang bab selanjutnya hanya di kampung saham. Salam cuan !

 Anda belum membaca part sebelumnya, Klik di sini untuk Part 1 dan Part 2 

3 comments

  1. Pingback: SUN TZU’S : THE ART OF WAR (PART 2) – Kampung Saham

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *