SUN TZU’S : THE ART OF WAR (PART 11)

OK, mari kita lanjutkan membahas Bab X dari strategi perang Sun Tzu

Bab X
MEDAN
(Mengetahui Pasar dan Diri Sendiri)

Sun Tzu berkata:

“Ada enam jenis medan : yang mudah di akses, yang permukaannya tidak rata, yang hambatannya tidak terduga, berlorong –lorong sempit bertebing tebing tinggi, dan dataran yang jauh.”

“Sun Tzu menambahkan bahwa daerah yang mudah diakses adalah yang dapat dilalui secara bebas oleh kedua belah pihak. Kita harus membangun posisi yang kuat terlebih dahulu di sisi yang tinggi dan terkena sinar matahari”

Penjelasan :

Strategi ini menjelaskan bahwa ada 6 medan dalam pertempuran sebagai seorang trader, yang akan kita bahas satu per satu di bawah. Selain itu ditegaskan juga bahwa sebagai trader, kita harus memiliki posisi di awal, masuklah terlebih dahulu di harga bawah, sebelum banyak trader lain mengetahui potensi kenaikan saham tersebut.

Sun Tzu berkata:

“Bahwa medan perang yang permukaan nya tidak rata adalah daerah yang ditinggalkan karena akan sulit untuk menguasainya. Bila musuh Anda tidak siap, Anda mungkin dapat mengalahkan mereka. Namun jika musuh siap menyambut Anda dan Anda gagal untuk menaklukan mereka, bencana akan datang.”

Penjelasan :

Bagi seorang trader, medan yang tidak rata adalah kenaikan harga saham yang signifikan, tanpa disertai volume yang signifikan, Ini adalah kondisi yang berbahaya. Jangan masuk ke dalam kondisi seperti ini. Jauhi terlebih dahulu !

Sun Tzu berkata:

“Bahwa di daerah berlorong-lorong sempit, Anda harus menguasainya terlebih dahulu dengan satuan pertahanan yang kuat. Bila musuh lebih dahulu menduduki daerah ini, tarik mundur pasukan Anda dan jangan menyerang.”

Penjelasan :

Daerah berlorong sempit artinya adalah pada waktu kondisi sideways. Ada 2 hal yang bisa dilakukan ketika menghadapi kondisi sideways :
1. Melihat peluang di saham lain
2. Tetap mengawasi kondisi sideways ini dan melihat peluang ketika harga menembus batas dari range sideways tersebut.

Sun Tzu berkata:

“Bahwa pada daerah bertebing tinggi, kuasailah tempat –tempat yang tinggi dan terkena sinar matahari dan tunggulah musuh Anda.”

Penjelasan :

Trader ritel harus memiliki posisi entry yang pas, sehingga tidak mengejar harga saham yang sedang naik, tetapi juga tidak masuk terlalu cepat ke dalam pasar. Pengalamanlah yang bisa membimbing kita menentukan kapan seharusnya waktu masuk yang tepat.

Sun Tzu berkata:

“Bahwa ada enam kesalahan para jenderal yang menyebabkan kekalahan : Melarikan diri, insubordinasi, jatuh, musnah, disorganisasi dan kacau balau.”

“Sun Tzu juga mengatakan bahwa jika satu kesatuan bertempur dengan kesatuan yang besarnya 10 kali kesatuan tersebut maka prajurit dari kesatuan yang pertama akan melarikan diri”

Penjelasan :

Trader ritel yang trading terlalu sering atau trading dengan posisi yang terlalu besar, akan membuat FEAR di dalam dirinya berkembang pesar, sehingga terkadang FEAR ini akan mempengaruhi caranya dalam melihat pergerakan harga secara obyektif, akibatnya akan menjadi terlalu cepat keluar dari pasar, dan gagal mendapatkan cuan yang maksimal.

Sun Tzu berkata:

“Bahwa bila seseorang prajurit biasa itu kuat sedangkan para perwiranya lemah, maka akan terjadi insubordinasi.”

Penjelasan :

Jangan biarkan rasa GREEDY (tamak) menguasai kita sebagai trader ritel. ENOUGH is ENOUGH !!

Sun Tzu berkata:

“Bila para perwira kuat sedangkan prajurit biasa lemah, maka yang terjadi adalah kejatuhan.”

Penjelasan :

Jangan berlebihan dalam menganalisa pergerakan suatu saham, karena biar bagaimanapun, market is always right. Seorang trader harus mampu berpikir dalam kerangka berpikir probabilitas.

Sun Tzu berkata:

“Bahwa bila perwira tinggi sedang marah dan membuat perang karena kekesalan hatinya, sebelum si Jenderal dapat memahami kapan ia dalam posisi untuk berperang, maka hasilnya kehancuran.”

“Sun Tzu lebih jauh menasehati kita bahwa bila seorang Jenderal lemah, kurang wibawa, tidak memberi instruksi yang jelas dan memiliki sikap yang tidak menentu, hasilnya adalah disorganisasi”

Penjelasan :

Jangan pernah trading karena putus asa atau karena terburu-buru, pemikiran seperti ini hanya akan membawa kekalahan bagi anda. Anda harus konsisten dalam melaksanakan trading plan, dan konsisten dalam mengelola resiko.Kegagalan melaksanakan hal tersebut akan membawa kepada kekacauan.

Sun Tzu berkata:

““Para Jenderal yang tidak mampu memperkirakan kekuatan musuh, yang membiarkan kekuatan yang lemah melawan kekuatan yang kuat, yang tidak menempatkan prajurit terpilih di garis depan akan berakhir dengan ketakutan.”

 

Nah kita sudah selesai membahas Bab X dari strategi perang Sun Tzu. Nantikan tulisan tentang bab selanjutnya hanya di kampung saham. Salam cuan !

Anda belum membaca part sebelumnya, Klik di sini untuk Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7Part 8Part 9, dan Part 10.

1 Comment

  1. Sajumah Reply

    Bagus tuz tapi coba kasih contoh kondisi saham saham tersebut dala kondisi real agar yg baca bisa lebih paham.

    Contoh Saham.

    Saat ini bergerak di area lembah atau lereng atau sedang dipuncak.

    Dengan demikian akan ada ilmu yg menginspirasi bila dengan contoh contoh saham tersebut sesuai dengan teori di atas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *