DEFINE YOUR RISK

Dalam setiap trading, tentunya semua trader ketika entry di suatu saham, berharap harga sahamnya akan naik sehingga bisa memberikan keuntungan, tidak ada yang berharap untuk merugi, betul kan? Tetapi kenyataannya berdasarkan penelitian, katanya 90% trader mengalami kekalahan dan hanya 10% trader yang bisa cuan konsisten di pasar saham. Mengapa itu bisa terjadi ? Jawabannya adalah karena pasar itu tidak selalu memberikan apa yang kita harapkan, pasar itu bergerak dinamis dan terkadang dalam timeframe yang kita inginkan, pasar tidak selalu bergerak sesuai harapan kita.

Jebakan terbesar bagi seorang trader adalah, ketika harga bergerak turun dari harga pembelian dan trader yang tidak pernah mengenal resikonya terlebih dahulu berpikir bahwa :”Ah, nanti juga sahamnya naik lagi, tunggu saja sedikit lagi, pasti memantul,” , atau berpikiran seperti ini :”Selama tidak dijual, kan ini cuma floating loss, bukan kerugian yang nyata, biarkan saja sampai nanti harganya memantul kembali.” Faktanya kebanyakan trader seperti itu akan tetap melakukan cutloss, tetapi pada harga yang berada jauh dibawah harga pembeliannya, tentunya dengan kepedihan yang mendalam. Apa penyebab hal itu terjadi? Apakah pasar yang jahat kepada mereka ? Tentu tidak, buktinya ada 10% trader yang bisa cuan kok. Penyebabnya adalah karena mereka tidak pernah mengetahui resikonya terlebih dahulu sebelum trading, sehingga ketika harga bergerak tidak sesuai dengan harapan mereka, mereka hanya bisa berharap, berdoa, dan ketika harga terus bergerak menjauh dari titik entry, dan makin dalam menggerus portofolio mereka, barulah mereka sadar bahwa “Iya ya, seharusnya saya cut loss sejak awal, ketika harganya belum turun banyak.” Tapi semua sudah terlambat, karena kerugian yang diderita sudah dalam, dan selain menghilangkan modal, loss itu juga memberikan rasa trauma yang dalam di hati trader itu sehingga memperburuk psikologis mereka dalam trading kedepannya, bahkan tidak jarang banyak yang berhenti trading, alasannya :TRADING ITU TIDAK BISA CUAN KONSISTEN !! Benarkah ?

Nah, oleh karenanya di dalam trading, sebelum kita entry, kita harus bisa mendefinisikan terlebih dahulu, resiko apa yang dapat terjadi dalam setiap trading kita. Harapannya dengan kita tahu resikonya, kita bisa lebih berhati-hati. Sama seperti ketika kita menyeberang jalan, kita sudah tahu resikonya, makanya kita menyebrang jalan dengan hati-hati. Ada resiko tertabrak kendaraan yang bisa menyebabkan luka, cacat, bahkan kehilangan nyawa. Sama seperti trading, ketika kita tidak tahu resiko dalam trading, itu sama seperti kita menyeberang tanpa tahu resikonya, apa yang terjadi kira-kira? Begitulah dalam trading, banyak orang loss karena tidak tahu resikonya. OK, mari kita paparkan macam-macam resiko dalam trading.

Resiko trading yang pertama adalah kalau kita tidak mengenal pola pergerakan saham yang mau kita entry. Itu menjadi masalah besar, karena kalau kita tidak tahu sifat pergerakannya, kita bisa menjadi gampang tertipu oleh gocekannya. Setiap saham mempunyai pola pergerakannya masing-masing, ada saham yang range pergerakan harganya lebar, ada yang sempit, nah itu harus kita pahami, Darimana kita pelajari pola pergerakan harganya? Ya dari pergerakan masa lalunya, kita bisa melihat secara jelas dari chartnya. Lihat chart intradaynya, dailynya, weeklynya seperti apa. Nah dari situ, bisa sangat membantu dalam menentukan entry dan exit yang tepat dalam trading kita.

Resiko trading yang kedua adalah terletak dari kondisi keuangan kita. Kondisi keuangan bisa menambah tekanan secara psikologis dalam trading. Contoh misalnya seorang trader yang baru saja berhenti dari pekerjaannya dan kemudian memutuskan trading for living, tanpa pengalaman trading sebelumnya, hal itu akan menambah tekanan psikologisnya. Seorang trader yang berpikir bahwa dia bisa mendapatkan uang untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya, menempatkan dirinya dalam tekanan psikologis yang besar. Mengapa? Karena dia akan menjadi berharap. Harapan itu bisa mengaburkan pandangan yang objektif tentang pasar. Tetapi tentu saja beda kalau trader sudah mampu menguasai psikologisnya, maka dia dapat meng-handle tekanan psikologis itu, tetapi tidaklah mudah melatih psikologis seperti itu, butuh pengalaman bertahun-tahun untuk dapat menguasainya.

Resiko trading yang ketiga adalah pada titik stoploss. Hal ini yang sering terlewatkan. Setiap sebelum trading, harus selalu ingat untuk menentukan titil cutloss terlebih dahulu. Mungkin ada yang berkata:”Rajin-rajinlah cutloss, maka akan bangkrut.” Pernyataan ini benar, kalau kita tidak punya trading sistem yang memiliki positif expectancy. Nah jadi untuk bisa cuan konsisten, selain harus rajin-rajin cutloss, tentu harus memiliki trading sistem yang mempunyai positif expectancy. Mengenai masalah positif expectancy akan saya bahas di artikel terpisah. Cutloss itu bisa dikatakan sebagai biaya asuransi, yang kita bayarkan untuk trading kita. Kita bayar asuransi mobil kan ? Apa kita mengeluh kalau mobilnya tidak pernah tabrakan, sehingga asuransinya tidak terpakai ? Tentu tidak! Cut loss adalah salah satu cara kita mengakui bahwa pasar itu bergerak dalam kerangka probabilitas, tidak ada yang pasti di pasar saham, kecuali bahwa sekuritas akan mendapatkan fee dari setiap trading kita, entah itu tradingnya cuan atau loss. Nah pertanyaannya sekarang, dimana titik cutloss yang ideal ? Tentu saja berbeda untuk berbagai macam style, tinggal sesuaikan saja, misalnya :

– Swing trader, meletakkan cutloss di higher low sebelumnya, atau bisa juga di support kuat dari chart daily atau weekly
– Scalper meletakkan cutloss di low candle sebelumnya atau di support kuat dari chart intraday

Ada banyak cara, namun intinya adalah HARUS disiapkan titik itu, dan ketika sudah entry, disiplin lah dengan trading plan anda, ketika misalnya harga sudah menyentuh titik itu, ya cutloss, jangan ditunda-tunda. Kebanyakan keputusan yang anda hasilkan ketika pasar sedang berjalan (live trading), dipengaruhi oleh  bagaimana anda melihat bid offer, yang mana menurut saya bisa sangat mengelabui, dan sangat tidak objektif. Buatlah trading plan anda malam sebelumnya untuk trading keesokan harinya, dan laksanakan dengan DISIPLIN !!

Salam Cuan

Etuz

4 comments

  1. gunapi halim Reply

    hiks.. benar sekali prof…
    kena di. mami.. tanpa stoplos…

  2. Richard Tej Reply

    Selamat siang Pak Etuz, terima kasih banyak Pak untuk “ilmu”nya, yang sangat Bermanfaat bagi saya pribadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *