KEJARLAH PASSION MU SETINGGI LANGIT

Agustus 2002, pertama kali saya menginjakkan kaki di kota Jogjakarta guna menempuh pendidikan di salah satu universitas negeri di sana, dan pertama kali saya berkenalan dengan sosok lelaki itu. Orangnya pendek, hitam dan postur tubuhnya kurus, dia berasal dari Papua dan kami kebetulan berada di satu kos yang sama pada waktu itu. Sewaktu berkenalan, dia terdaftar sebagai mahasiswa jurusan Teknik Elektro di salah satu Universitas swasta di Jogja. Setelah berkenalan beberapa bulan, baru saya tahu ternyata dia sering menggunakan ganja, suka minum-minuman keras dan jarang pergi kuliah. Kami tetap berteman, dan saya sering menceritakan kepadanya tentang passion saya, bagaimana kehidupan harus fokus pada apa yang menjadi tujuan hidup kita.

Sampai suatu hari, waktu itu mungkin sekitar tahun 2004, tentunya kuliah kami sudah memasuki semester 4, dia berkata bahwa dia sudah menemukan passion nya, dan dia akan mengejarnya. Dia berkata bahwa passion nya menjadi seorang koreografer tari, dia akan stop minum-minuman keras, stop memakai ganja dan tentunya harus rajin kuliah. Saya agak terkejut waktu itu karena, saya terus terang tidak paham, seperti apa itu kira-kira jurusan koreografi. Dan dia ingin kuliah lagi di Sekolah Seni yang terkenal di Jogja, yang mana untuk diterima di kampus tersebut pun tidaklah mudah. Jadi saya hanya mendukung saja tetapi dalam hati bertanya-tanya apa iya orang ini bisa kuliah di 2 tempat sekaligus dalam waktu bersamaan?

Sampai kemudian saya mendapat kabar bahwa dia sudah diterima di jurusan koreografi tari itu. Saya pribadi berpikir, oh well oke lah diterima di situ, cuma jadi apa ya nanti kedepannya? Dia hanya tersenyum kalau saya bertanya seperti itu. Kampus seni nya ada di daerah Bantul sedangkan kampus teknik elektro-nya ada di tengah kota Jogja. Tentu tidak gampang buat dia bolak balik dan pastinya ada jadwal kelas yang dilewatkannya, bahkan tidak jarang dia meminta ujian susulan karena jadwal ujian di kedua kampus itu berbenturan. Kami tetap berteman sampai saya lulus kuliah dan meninggalkan Jogja di tahun 2006. Di tahun 2007 dia lulus terlebih dahulu di jurusan koreografi tari itu, baru di tahun 2008 dia lulus di jurusan teknik elektro nya. Saya turut senang sebagai seorang teman, melihat dia bisa lulus saja saya sudah senang..hehe..

Sampai di tahun 2009 saya mendapat kabar bahwa ternyata dia sudah melanglang buana di dunia tari Indonesia. Dia sudah berkolaborasi dengan koreografer terkenal di Indonesia, yang pernah membuat koreografi untuk penyanyi dunia sekelas Brittney Spears dan Madonna. Sudah menari di depan presiden SBY waktu itu di istana presiden, dan terakhir saya mendengar dia mendapat sponsor keliling dunia untuk mempromosikan dan memperkenalkan tarian adat Indonesia. Ya, dia sudah membuktikan bahwa ketika dia mau, dia bisa mewujudkan PASSION nya.

Bagaimana dengan kita? Bagi yang menganggap trading adalah passion nya, sudah seberapa banyak usaha yang kita lakukan untuk dapat mencapainya? ┬áSeperti teman saya itu, ketika dia sudah memiliki PASSION, dia bekerja keras untuk mewujudkannya. Saya jadi saksi hidup bahwa, teman saya itu tidak terlihat akan sukses pada awalnya. Maksud saya, c’mon bro pake ganja sudah dari SMA, trus mabuk-mabukan, dan kuliah jarang, apa sih yang diharapkan? (Sori bro, kalo loe baca ini, mudah2an loe ga baca…muahahhaa)…Tapi ternyata dia bisa..Waktu itu, banyak sekali yang meragukannya, bukan cuma saya, tetapi semua teman-teman di satu kos, teman-teman di kampusnya, semua meragukan dan menganggap mimpinya itu cuma mimpi orang yang kebanyakan memakai ganja. Teman saya itu sudah memakai ganja terlalu sering, sampai-sampai terkadang memori jangka pendeknya terganggu, bahkan ketika dia sudah berhenti sekalipun memakai ganja, efeknya masih terasa dalam memori jangka pendeknya, alias sering PIKUN.

Jadi belajar dari teman saya itu, kita bisa menarik kesimpulan bahwa, kejarlah tujuan hidupmu dan PASSION setinggi langit. Kalau passion ada di trading, belajarlah dengan sungguh-sungguh, habiskan waktu anda untuk mencapai passion anda. Di dalam hidup ini terkadang banyak sekali distraction yang mencoba mengaburkan kita dari fokus dan tujuan hidup kita. Saya percaya bahwa teman saya itu pasti benar-benar berfokus pada tujuannya, sehingga dia bisa mencapai tujuan nya yang tentunya tidak mudah, pastinya penuh dengan perjuangan. Kalau dia bisa, mengapa kita tidak bisa?

DREAM IT, BUILT IT, LIVE IT !!

Salam Cuan

Etuz

2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *