BELAJAR TRADING DARI SEORANG LEGENDA SEPAKBOLA, PELE !!

Baru-baru ini, saya menonton film PELE, yang mengisahkan tentang kehidupan nyata seorang legenda sepakbola  Brasil, Pele. Bagi para penggemar sepakbola, pasti sudah tahu dengan sosok Pele, dia dinobatlan sebagai Pemain Sepakbola Terbaik di Abad ini. Adapun film yang saya tonton mengisahkan kisah Pele, bagaimana kisah hidupnya dari kecil, yang lahir sebagai keluarga miskin, sampai dia berhasil mewujudkan cita-citanya sebagai seorang pesepakbola legendaris. Setelah saya renungkan ada beberapa pelajaran yang bisa dipetik bagi kita para trader dari seorang Pele. Ah masa ada sih ? ADA LOH !! Nyok kita bahas satu per satu.

1. Pele lahir dari keluarga miskin, yang bahkan untuk membeli sepatu bolapun mereka tidak mampu. Sang ibu melarang Pele bermain bola karena trauma akan kisah hidup ayahnya, yang terpaksa berhenti bermain bola karena cedera yang dialami dan hanya berakhir sebagai seorang petugas cleaning services.Tetapi karena “passion” Pele sejak awal sudah ada di sepakbola, dia terus belajar sepakbola, dan ayahnya pun sembunyi-sembunyi melatih anaknya hari demi hari sehingga skill dan kemampuan Pele makin mumpuni.

PESAN : Kalau anda punya passion di trading, harus terus belajar, menambah pengetahuan. Terus mengasah skill sehingga lama kelamaan bisa menjadi trader yang mumpuni. Bacalah banyak buku, ikutlah seminar2, hauslah akan ilmu..Maka kesuksesan hanya soal waktu saja. Contohnya ada, Pele ! Mungkin ada yang berpendapat “ah, itu emang dasarnya Pele saja memang berbakat, kalo saya sih memang ga bakat trading.” Untuk orang-orang seperti ini, saya punya satu nasehat :”Pecundang selalu punya alasan untuk melakukan BEJ (Blame, Excuse and Justified). Kalo loss menyalahkan market, menyalahkan bandar, “bandarnya kejam”, “Saham sampah ini”, “Ini akibat pom2”. Kalo loss banyak alasan, alasannya “mgkn memang lagi ga hoki hari ini”. Kalo loss selalu menjustifikasi, “Emang sudah takdirnya gw loss,  mau gimana lagi, sudahlah, mendingan ikut sp premium daripada loss terus.”
Ada ribuan alasan yang bisa dikemukakan si pecundang,tetapi sang pemenang selalu punya alasan untuk tetap semangat. Sang pemenang kalo loss akan berkata, “Pasti ini salah saya, saya akan evaluasi lagi, sampai saya bisa cuan.”

2. Pele bermain sepakbola dengan style “ginga”, yaitu style sepakbola yang mengutamakan berlama-lama dengan bola, yaitu dribbling, dan melakukan banyak trik dalam mengolah bola. Ketika Pele menginspirasi teman-temannya untuk dapat memenangkan Piala Dunia di tahun 1958, sang pelatih menginginkan pemain Brasil bermain dengan cara yang elegan, seperti kebanyakan tim eropa, yang mementingkan strategi dan taktik. Style ginga waktu itu dianggap sebagai hal yang buruk. Ketika style ginga dilarang dipraktekkan, tim Brasil kesulitan untuk memperoleh kemenangan, sampai ketika Pele memaksa untuk mempraktekkan style ginga ketika babak semifinal melawan Perancis di babak kedua, barulah Brasil bisa menang, bahkan Pele mencetak hatttrick ke gawang Perancis.

PESAN : Setiap trader memiliki style nya masing2. Style tersebut bergantung dari psikologis masing-masing. Maka hendaknya setiap trader hanya trading menggunakan style yang dirasanya nyaman. Kenyataannya sekarang berbeda. Banyak trader buy karena alasan Teknikal Analisis, namun ketika harga saham terus turun, bukannya di cutloss, tetapi malah style nya berganti menjadi Fundamental Analysis. Alasannya:”Ah, ini saham bagus, jangan di cutloss, nanti juga mantul kembali harganya.” Ya bisa saja sih memantul kembali, tetapi kalo ternyata mantulnya lama sekali, maka anda kehilangan yang dinamakan OPPORTUNITY COST, karena uang anda nganggur di saham tersebut, sehingga tidak bisa digunakan untuk membeli saham lain yang harganya naik, ketika anda nyangkut di saham tersebut.
Ada juga trader yang style nya mengikuit style orang lain, karena entry exit nya hanya berdasarkan pom-pom orang lain di telegram atau whatsapp. Sekarang ramai sekali fenomena seperti itu. Seorang swing trader tidak akan nyaman ketika disuruh menjadi scalper, begitupun juga sebaliknya. Penggunaan style trading yang tidak sesuai dengan psikologis anda hanya akan membuat anda mengalami stress berkepanjangan dalam trading. Cuan stress, loss juga stress..Lama-lama mati muda kena penyakit karena stress. Hati-hati !!

3.Ketika memasuki babak final, melawan Swedia yang waktu itu sangat kuat dan diunggulkan (Swedia waktu itu tuan rumahnya), tim Brasil memiliki trauma masa lalu yang sangat pahit.Karena di dua gelaran piala dunia sebelumnya, mereka mengalami kekalahan di final di tahun 1950 dan kalah di perempatfinal di tahun 1954. Trauma itu membekas di skuad timnas Brasil walaupun skuad di tahun 1958 diisi oleh personel yang berbeda dengan tahun 1950 dan 1954. Pele menjadi solusi waktu itu, di dalam film diceritakan bahwa awalnya Pele pun sempat mengalami minder, tetapi kedua orang tuanya memberi semangat sehari sebelum pertandingan, dan meyakinkannya bahwa Brasil pasti bisa memenangkan piala dunia kali ini. Dan Pele bersama timnas Brasil berhasil mewujudkannya di tahun 1958 , bahkan bukan hanya di 1958 tetapi juga di tahun 1962 dan 1970. Brasil memenangkan piala dunia 1958 dengan skor 5-2, Pele mencetak dua gol dan mencatatkannya sebagai pemain termuda yang mencetak goal di piala dunia !!

PESAN : Acapkali trader juga mengalami trauma loss di masa lalu, bahkan tidak jarang banyak yang menganggap saham A itu bawa sial, saya ga akan pernah bisa cuan dari saham itu. Padahal yang perlu disadari adalah tidak ada saham yang jelek atau yang bagus, yang ada hanyalah MOMENTUM saham tersebut, apakah sedang bagus ataukah sedang jelek. Jadi lupakanlah masa lalu anda sebagai trader, apa yang sudah terjadi, ya terjadilah. Jangan disesali, justru jadikan bahan evaluasi agar trading kita menjadi lebih baik lagi kedepannya. MOVE ON ! Yakin lah, bahwa anda bisa cuan konsisten sekarang dan di masa depan. Sama seperti Pele yakin, bahwa Brasil bisa memenangkan piala dunia di tahun 1958 itu.

Demikian, semoga film PELE juga bisa menginspirasi teman2 semua.

Salam cuan

Etuz

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *