SUN TZU’S : THE ART OF WAR (PART 13)

OK, mari kita lanjutkan membahas Bab XII dari strategi perang Sun Tzu

 

Bab XII
SERANGAN API
(Gerakan Gerakan Agresif)

Sun Tzu berkata:

“Ada lima jenis serangan dengan menggunakan api : membakar para prajurit, membakar gudang persediaan, membakar kereta barang, membakar gudang senjata dan mesiu, serta menjatuhkan api di tengah-tengah musuh.”

Penjelasan :

Nasehat ini berguna bagi para bandar, trader ritel tidak akan pernah mampu menyulut api di dalam pasar, akan tetapi bagus bagi trader ritel untuk mempelajarinya, sehingga bisa mengetahui strategi para bandar.

Sun Tzu berkata:

“Bahwa saat api disulut di dalam sebuah perkemahan, bertindaklah cepat dari luar perkemahan.”

Penjelasan :

Saat sekelompok bandar menemukan diri mereka berada dalam posisi yang tidak menguntungkan, misalnya memiliki terlalu banyak saham atau terjebak dalam pergerakan saham yang tidak sesuai dengan keinginan mereka, maka bandar lainnya yang mengetahuinya akan melakukan yang terbaik untuk dapat mengambil keuntungan dan memperburuk keadaan. Sehingga terjadilah perang antar bandar. Nah saat situasi ini terjadi, sebagai seorang ritel, kita sebaiknya menunggu sambil melihat arah pergerakan yang jelas. Jangan masuk ke dalam peperangan para bandar tersebut.

Sun Tzu berkata:

“Bahwa bila api merebak namum prajurit musuh tidak bergerak, sebaiknya anda menunggu.”

Penjelasan :

Para bandar biasanya akan mencoba menunjukkan satu posisi yang salah sehingga memikat lawan untuk mengikutinya dan kemudian mereka akan melakukan hal sebaliknya. Hal ini sering sekali terjadi, terutama ketika 1-2 hari sebelum hari dimana bandar ingin melakukan distribusi secara besar-besaran, biasanya harga akan dinaikkan secara gila-gila an dengan volume yang luar biasa dan berita-berita bagus banyak bertebaran. Ambil contoh INDY, satu hari sebelum harga di turunkan secara gila-gila an, harga dinaikkan dulu dengan masif. Ritel euforia bermimpi basah berharap INDY ke 2000 langsung, apalagi dengan analisa mulai bertebaran di mana-mana mengatakan INDY ke 2000. Sewaktu hari-H pun, di pagi hari harga masih dinaikkan, makin banyak ritel masuk, berharap bisa bermimpi basah. Tapi seketika harga diturunkan, nah ketika harga diturunkan ritel yang masih berharap bermimpi basah masih berkata, “serok terus, harga murah, adem”. Harga turun dari 1300 ke 1200. Ketika harga turun dari 1200 ke 1100, ritel masih berkata “serok terus, adem, INDY laporan keuangannya bagus kok”. Nah untuk bisa mempermainkan psikologis ritel, tidak serta merta harga harus turun terus-menerus, ada hari dimana harga dinaikkan lagi, untuk menunjukkan bahwa seolah-olah harga sudah memantul kembali, Tetapi kita tahu INDY sekarang ada di mana, di ndas 8xx. Apa masih adem ?? muahahha. Jadi kesimpulannya, berhati-hatilah, inilah strategi yang sering digunakan bandar untuk mengecoh trader ritel.

Sun Tzu berkata:

“Bahwa saat kekuatan api telah mencapai ketinggiannya, ikutlah dengan sebuah serangan apabila hal ini dapat dilakukan; bila tidak, tetaplah pada posisi anda.”

Penjelasan :

Dalam trading hari-hari ini, pasar dapat menjadi tidak stabil, pergerkaan harga bisa menjadi sangat volatile. Terkadang bagi trader ritel, terlibat dalam trading yang tidak stabil sama saja mengundang kehancuran. Ambil contoh saja BUMI dkk baru-baru ini, DEWA BRMS sampai “nyender” ke 50, kemudian baru naik lagi kemarin hari jumat dari 50, setelah banyak trader ritel yang tentunya cutloss. Hal ini memang pedih. Sulit sekali mencoba trading di saham seperti itu apabila kita tidak disiplin. Namun seperti kata Sun Tzu, apabila kita merasa memiliki kemampuan untuk ikut “berjudi” di saham seperti itu, ikutlah, dengan disiplin. Tetapi bila kita merasa tidak mampu, tidak perlu ikut, lebih baik main saham lainnya saja, tidak perlu memaksakan diri. Masih banyak saham lainnya yang bisa memberikan cuan bagi anda.

Sun Tzu berkata:

“Bahwa bila memungkinkan untuk membuat serangan dengan api janganlah menunggu hingga api merebak di dalam, namun buatlah serangan anda pada saat yang tepat.”

Penjelasan :

Sering sekali, dalam trading itu, bandar mencoba menyulut api, guna melihat reaksi ritel, apa yang dilakukan oleh ritel. Misalnya dalam kondisi harga yang sudah lama sideways, bandar beberapa kali mencoba menaikkan harga, untuk melihat reaksi ritel. Namun acapkali, kenaikan harga itu tidak langsung diikuti dengan kenaikan berturut-turut, namun harga akan kembali turun dan sideways. Hal ini terjadi karena reaksi ritel tidak sesuai dengan harapan bandar. Maka testing harga akan dilakukan di lain kesempatan. Hal ini harus diakui memang sulit bagi trader ritel,satu-satunya yang bisa kita lakukan adalah melindungi diri dengan STOP LOSS apabila harganya kembali turun dan kemudian mencoba lagi melihat situasi yang ada secara lebih jernih.

Sun Tzu berkata:

“Bahwa saat anda menyulut api, lakukan searah dengan angin bertiup, bukan sebaliknya.”

Penjelasan :

Bila kita melihat api telah menyala, pastikan bahwa kita mengikuti arah angin. Ketika kita sudah melihat arah trend yang jelas dari suatu saham, maka follow the trend. Dan apabila kita mendapati posisi kita ternyata berlawanan dengan arah trend, maka segeralah cutloss..Jangan ditunda-tunda.

Sun Tzu berkata:

“Agar tidak bergerak kecuali anda melihat adanya keuntungan, agar tidak menggunakan pasukan kecuali ada yang perlu dikalahkan, dan agar tidak bertempur kecuali dalam posisi kritis.”

Penjelasan :

Kita tidak trading demi kesenangan atau permainan belaka. Kita trading untuk dapat menghasilkan uang. Trading adalah bisnis. Kita mendapat cuan dengan berani mengambil resiko yang ada. Oleh karena itu, tradinglah hanya ketika kita yakin kita bisa mendapat cuan. Tradinglah hanya ketika semua atau sebagian besar kondisi memenuhi persyaratan kita, tradinglah hanya ketika kita memiliki risk/reward yang layak untuk dipertaruhkan.

Nah kita sudah selesai membahas Bab XII dari strategi perang Sun Tzu. Nantikan tulisan tentang bab terakhir, yaitu BAB XIII hanya di kampung saham. Salam cuan !

Anda belum membaca part sebelumnya, Klik di sini untuk Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7Part 8Part 9, Part 10Part 11 dan Part 12.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *