FREQUENCY ANALYZER DAN CARA PENGGUNAANNYA

Frequency analyzer adalah sebuah indikator yang ditemukan oleh orang Indonesia, namanya Dean Erwicker. Dulu indikator ini diperkenalkan oleh pak Dean di milis saham, sekitar tahun 2008, kemudian bahkan sempat dibuatkan aplikasi khusus untuk frequency analyzer. Namun sekarang aplikasi tersebut sudah tidak bisa digunakan lagi.

Konsep Dasar Frequency Analyzer (FQ)
Pada dasarnya frequency analyzer mencoba mendeteksi adanya smart money yang sedang mengakumulasi saham dalam jumlah yang besar pada suatu waktu.

Frekuensi trading menunjukkan berapa kali suatu saham ditransaksikan pada suatu hari. Ketika terjadi adanya volume trading yang cukup besar dengan frekuensi yang kecil, maka itu menunjukkan adanya order lot yang besar masuk. Order lot besar hanya bisa dilakukan oleh smart money

Formula untuk Frequency Analyzer adalah VOLUME / FREKUENSI^3

Berikut adalah contoh chart FQ yang diambil dari @HQSahamIDX_bot

Seperti terlihat pada chart, yang perlu diperhatikan adalah spike yang terlihat menjulang tinggi, seperti pohon di antara rerumputan ilalang. Abaikan ilalang berupa spike kecil, fokus ke pohon tinggi menjulang berupa spike tinggi.

Aplikasi Frequency Analyzer
Berikut adalah beberapa guidance penggunaan frequency analyzer:
1. FQ paling efektif digunakan di saham yang sedang sideways, dan terlihat ada spike, maka besar kemungkinan dalam waktu dekat sahamnya akan dinaikkan harganya. (spike sideways)
2. FQ kurang efektif digunakan pada kondisi saham yang sedang sedang uptrend ataupun downtrend. (spike uptrend / spike downtrend)
3. FQ hanya efektif digunakan dalam batas timeframe 3 bulan. Apabila lebih dari 3 bulan, maka spike yang muncul bisa diabaikan. Jadi misalnya ada spike 4 bulan lalu dan harga belum ke mana-mana, maka abaikan saja spike tersebut.
4. Apabila spike yang tinggi terlalu banyak (biasanya di saham institusi atau LQ45), maka FQ menjadi tidak efektif.
5. FQ tidak bisa menentukan batasan target harga. Untuk take profit harus di padu padankan dengan analisa atau indikator lainnya.

Jadi bisa disimpulkan bahwa yang terbaik adalah mencari spike sideways. Dan biasanya setelah ada spike, tidak serta merta harga akan naik. Oleh karena itu, jangan langsung entry ketika ada spike. Cara terbaik adalah membeli ketika ada spike dan harga sudah naik. Kriteria harga sudah naik ini gampang-gampang susah, oleh sebab itu penulis membuat kriteria sendiri, yaitu menggunakan 1 candle higher high sejak terjadi spike tersebut.

Sebagai contoh lihat spike saham ADRO di atas, spike terjadi pada tanggal 26 november 2019 di saat harga sideways, namun setelah hari itu, harga malah turun sampai terbentuk 1 candle higher high pada tanggal 4 desember 2019. Di situlah entry boleh dilakukan. Stoplossnya di mana? Untuk stoploss gunakan 2-3% di bawah low dari candle entry. Perlu diingat bahwa ini adalah spekulasi buy, artinya gunakan sejumlah uang yang kecil saja, nanti kalau harga sahamnya makin naik, boleh average up.

Mari kita lihat contoh spike efektif yang lainnya

Setelah melihat contoh yang efektif, mari kita lihat contoh spike yang kurang efektif :

Question and Answer Terkait FQ
Berikut beberapa pertanyaan yang sering muncul terkait penggunaan FQ, penulis akan mencoba merangkum dan menjawabnya :

Apakah ujung dari spike FQ bisa digunakan sebagai target harga?
TIDAK BISA, karena spike dari FQ hanyalah merupakan skala yang terbentuk dari formula yang ada. Untuk target harga gunakan indikator lain, atau gunakan support dan resisten.

FQ ada di aplikasi sekuritas atau tidak?
Sepengetahuan penulis, FQ hanya ada di bot @HQSahamIDX_bot, stockbit, dan tentu saja Amibroker (kalau bisa buat AFL nya). Penulis belum tahu kalau ada bot lain yang menggunakan FQ karena tidak familiar dengan bot tersebut, dan penulis juga tidak belum tahu apabila ada broker yang memiliki fasilitas chart FQ.

Seberapa akurasi FQ ini?
Penulis terus terang tidak tahu dan tidak pernah menghitung akurasinya. Namun penggunaan FQ akan jauh lebih akurat apabila entry hanya ketika harga sudah naik dan ada FQ, ketimbang langsung entry ketika sudah ada FQ tapi harga belum naik.

Apa saja kelemahan FQ?
Kelemahan FQ adalah
1. FQ tidak ada di semua chart tools, hanya ada di beberapa bot dan amibroker saja, jadi mungkin tidak semua orang punya akses ke sana
2. FQ tidak bisa berdiri sendiri, harus dipadu padankan dengan penggunaan indikator lainnya
3. FQ bisa false alias GAGAL, tidak akurat 100%

Kenapa FQ kadang kalau dilihat hari ini dan kemarin, bentuknya bisa berbeda, apakah FQ bisa berubah-ubah?
Tinggi spike FQ nya tidak akan berubah, hanya saja skalanya bisa berubah. Misalnya spike kemarin nilainya 5, dan kalau dilihat kemarin 5 itu kelihatan tinggi. Namun hari ini spikenya 15, maka spike 5 kemarin akan terlihat lebih pendek daripada spike 15, sehingga bagi yang belum paham kadang melihatnya berubah, padahal tidak. Hanya skalanya yang berubah, seperti di zoom in dan zoom out.

Apa command untuk mengeluarkan FQ di bot @HQSahamIDX_bot?
/fq (kode saham), contoh : /fq adro

Apakah FQ bisa digunakan untuk intraday trading?
Bisa, sudah dikembangkan spike intraday fq, dengan comman: /mfq adro.
Spike intraday akan diupdate setiap 6 menit. Untuk alarm spike intraday, bisa join ke grup nya untuk mendapatkan alarm. Untuk info lebih lanjut bisa kontak @hqzaham

Sekian penjelasan tentang FQ, semoga berguna. Untuk diskusi mengenai FQ bisa join grup @BETA

5 comments

  1. Nur Arif Reply

    jadi klo muncul spike di saham sideways, ada potensi terjadinya reversal di saham tersebut ya prof?
    untuk entry.nya tinggal menunggu candle HH sbagai konfirmasi uptrend?

  2. Nafi Reply

    terima kasih sharingnya prof.
    izin bertanya
    1. lebih efektif mana menggunakan Freq Analyzer 90 days period atau intraday?
    2. entry point selain melihat candle HH apakah ada indikator lain sebagai tanda / konfirmasi entry point?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *