PRINSIP DASAR ANALISA TEKNIKAL- TREND

“Seni dari analisa teknikal adalah bagaimana caranya mengidentifikasi perubahan trend se-dini mungkin dan menjaga posisi dalam sebuah trend sampai ada bukti yang mengindikasikan bahwa trend sudah berbalik arah.” (Pring, 2002)

Bagaimana cara menghasilkan uang dari analisa teknikal ? Langkah pertama adalah mengidentifikasi apakah sebuah trend mulai terbentuk ataukah sudah berakhir, untuk kemudian masuk ke dalam trend tersebut se-dini mungkin dan menahan posisi sedemikan rupa sampai terjadi pembalikan trend. Dari teori terdengar mudah tapi kenyataannya tidaklah semudah itu.

Kalau kita bicara soal trend, timeframe apa yang digunakan? Trend satu minggu terakhir bisa jadi beda dengan trend 1 bulan terakhir. Trend satu bulan terakhir bisa jadi beda dengan trend enam bulan terakhir. Trend enam bulan terakhir bisa jadi beda dengan trend 2 tahun terakhir. Trend muncul pada berbagai timeframe, mulai dari long term trend yang menggunakan acuan tahunan sampai dengan short term trend yang terbentuk dalam hitungan menit.

Trend akan terlihat jelas apabila sudah terbentuk, namun idealnya trader ingin dapat mengidentifikasi trend se-dini mungkin, masuk ke dalam aliran trend dan menahan posisi sampai trend berakhir. Akan tetapi kondisi ideal ini jarang sekali terjadi. Dalam analisa teknikal, trader akan diperhadapkan dengan risiko nyata, seperti
– Terlambat mengidentifikasi awal terbentuknya trend sehingga terlambat mengambil posisi
– Terlambat mengidentifikasi akhir terbentuknya trend sehingga terlambat melepas posisi
– Salah identifikasi berakhirnya sebuah trend sehingga trend belum berakhir namun sudah terlanjur melepas posisi
– Salah identifikasi dimulainya sebuah trend sehingga trend belum terbentuk namun sudah terlanjur mengambil posisi

Guna meminimalisir ke empat kesalahan di atas, para analis teknikal mempelajari berbagai cabang ilmu teknikal analisis dan indikator, tujuannya sama yaitu meminimalisir kesalahan dari ke empat hal di atas.

Namun analisa teknikal bukanlah tanpa cela. Indikator yang digunakan bukanlah bola kristal yang selalu akurat memprediksi masa depan. Pada kondisi tertentu indikator bisa tidak bekerja secara makimal. Belum lagi trend yang bisa berubah arah dalam sekejap tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

Seorang trader harus menentukan kapan entry dan kapan exit. Exit terdiri dari exit ketika profit (take profit) dan exit ketika mengalami kerugian (stoploss). Untuk dapat menetukan kesemua hal itu, seorang trader harus dapat menentukan trend terlebih dahulu. Jadi adalah penting sekali untuk dapat menentukan trend yang sedang terjadi. Mari kita pelajari mendalam soal trend.

Apa Itu Trend ?

Trend adalah kecenderungan arah pergerakan dari harga yang masih terjadi dalam jangka waktu tertentu sehingga dapat diidentifikasi. Trend harus dapat diidentifikasi se-dini mungkin sehingga trader dapat menghasilkan profit.

Trend berdasarkan jenisnya terbagi menjadi 3 :
1. Uptrend, terdiri dari sederetan higher high dan higher low yang berurutan
2. Downtrend, terdiri dari sederetan lower high dan lower low yang berurutan
3. Sideways atau range, terdiri dari bottom dan top

Trend berdasarkan jenisnya

Trend berdasarkan timeframenya dibagi menjadi 3 :
1. Major / Primary Trend, timeframe nya lebih dari 6 bulan, bahkan sampai tahunan
2. Intermediate / Secondary Trend, timeframe nya antara 3 bulan sampai 6 bulan. Secondary trend arahnya selalu berlawanan dengan primary trend.
3. Minor Trend, timeframe nya lebih kecil dari 3 bulan

Bagaimana Cara Mengidentifikasi Trend ?

Trend dapat diidentifikasi dengan berbagai cara, namun yang paling gampang adalah dengan melihat HH HL LH LL, seperti pada gambar di atas. Apabila chart membentuk Higher High (HH) dan Higher Low (HL) secara berurutan maka disebut UPTREND. Apabila chart membentuk Lower High (LH) dan Lower Low (LL) secara berurutan maka disebut DOWNTREND.

Trend, Trendline dan Dow Theory

Bicara soal trend tentu tidak akan lengkap tanpa membahas soal Dow Theory. Dow adalah sosok yang pertama kali mengutarakan bahwa harga bergerak dalam trend. Kemudian dalam hal trend, kita kenal yang disebut dengan trendline, namun masih banyak trader salah dalam membuat trendline.

Apa dan bagaimana trendline yang benar dibuat ? Dan seperti apa Dow Theory membentuk persepsi dasar mengenai trend dan teknikal analisis ? Nantikan ulasan selanjutnya hanya di kampungsaham. Untuk pembahasan tentang TRENDLINE bisa cek di SINI

Jangan lupa comment sebanyak-banyaknya, makin banyak comment makin banyak artikel yang akan ditulis

1 Comment

  1. Neuibi Reply

    Kalau melihat akhir trend bagaimana ya?
    Mungkin bisa di buatkan artikelnya agar makin banyak referensi dari kampung saham.
    Lebih melihat suport dengan membuat garis atau dengan garis MA?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *