TRENDLINE

Apa Itu Trendline ?

Trendline adalah sebuah garis yang ditarik dari data masa lampau untuk kemudian di proyeksikan ke masa depan. Trendline dapat dikategorikan sebagai short, medium atau long, tergantung seberapa banyak harga yang dicover oleh trendline tersebut.

Ada 2 jenis trendline yaitu :
1. Uptrendline, yaitu trendline yang ditarik untuk menggambarkan kondisi uptrend
2. Downtrendline, yaitu trendline yang ditarik untuk menggambarkan kondisi downtrend

Bagaimana Cara Menarik Trendline ?

Trendline ditarik dengan menghubungkan dua buah fraktal. Jadi uptrendline digambarkan dengan menghubungkan dua buah fraktal high dan downtrendline digambarkan dengan menghubungkan dua buah fraktal low.

Oke, mungkin ada yang bertanya-tanya apa itu fraktal? Mari kita bahas !

Fraktal dalam trading merupakan titik high dan titik low dari suatu bentuk pola. Pola fraktal yang umum adalah fraktal 3 candle dan fraktal 5 candle. Yang paling sering digunakan adalah fraktal 5 candle. Untuk memudahkan, fraktal itu bisa dianalogikan seperti jari tengah tangan kita.

Berikut contoh fraktal 3 candle

Berikut contoh fraktal 5 candle untuk saham yang sama

Terlihat bahwa fraktal 5 candle akan mengeluarkan fraktal lebih sedidikit daripada yang 3 candle, sehingga bisa mem-filter noise dalam pergerakan harga.

Fraktal biasanya juga digunakan sebagai titik penentuan swing high dan swing low di dalam chart, yaitu untuk menentukan HH HL LH LL. Namun kita tidak akan membahas mengenai hal tersebut pada tulisan kali ini. Kita fokus menggambar trendline dengan menggunakan fraktal.

Satu hal yang penting di dalam konsep trendline adalah, memang benar bahwa trendline hanya cukup ditarik dengan menghubungkan dengan 2 buah fraktal, namun perlu diingat untuk dapat dikatakan valid, trendline haruslah minimal menghubungkan 3 buah titik fraktal. Trendline yang valid lebih bisa dijadikan acuan dibandingkan dengan trendline yang belum valid.

Aturan penarikan trendline yang lainnya adalah bahwa setiap trendline yang sudah dipotong/ditembus oleh candle / harga artinya sudah tidak valid lagi, sehingga harus dibuat ulang trendline lainnya yang belum dipotong/ditembus oleh harga

Fungsi Trendline

Ngapain sih kita cape-cape bikin trendline? Apa ada gunanya? Berikut fungsi daripada trendline
1. Sebagai penunjuk arah trend
2. Sebagai support dan resisten
3. Untuk mengukur kualitas sebuah trend

SEBAGAI PENUNJUK ARAH TREND
Sebagai penunjuk arah trend rasanya sudah cukup jelas ya, apabila garis trendline nya naik, artinya uptrend. Dan apabila garis trendline nya turun artinya downtrend.

SEBAGAI SUPPORT DAN RESISTEN
Sebagai support dan resisten, kadang-kadang terjadi bahwa downtrendline berfungsi sebagai resisten dan uptrendline berfungsi sebagai support, seperti pada contoh di bawah ini

UNTUK MENGUKUR KUALITAS SEBUAH TREND
Kualitas sebuah trend dapat dilihat dari:
1. Sudut trendline
Sudut ideal sebuah trendline yang bagus adalah sekitar 30-45 derajat dari sumbu horizontal. Apabila sudut di bawah 30 derajat maka trend itu lemah, pergerakan harga kurang eksplosif. Namun apabila sudut trendline di atas 45 derajat, pergerakan harga biasanya tidak akan berlangsung lama, trend akan cepat berubah arah
2. Durasi trendline
Long term trendline lebih kuat daripada short term trendline, artinya long term trendline tidak gampang ditembus seperti short term trendline
3. Berapa kali harga memantul di trendline
Semakin banyak harga memantul di trendline, artinya trendline itu semakin kuat

Kelebihan dan Kekurangan Trendline

Setelah panjang lebar membahas soal trendline, tentu kita harus tahu kelebihan dan kekurangannya, sehingga tidak asal pakai.

Kelebihan trendline:
1. Dengan adanya trendline, mudah mengidentifikasi sebuah trend
2. Trendline mudah dibuat
3. Trendline bisa dibuat di berbagai timeframe, baik hourly, daily ataupun weekly

Kekurangan trendline:
1. Tidak bisa digunakan kalau harga sedang sideways
2. Perlu banya latihan untuk menghilangkan unsur subyektifitas dalam penarikan trendline
3. Trendline akan dipengaruhi oleh tipe skala chart. Skala chart yang umum digunakan ada 2 yaitu LINEAR dan LOG. Pembahasan khusus mengenai skala chart dibuat dalam tulisan tersendiri. Bisa klik link INI

TRENDLINE (TO BE CONTINUE…)
Pembahasan mengenai trendline di atas adalah trendline yang kita kenal secara umum. Namun ternyata ada tipe trendline lain yang cukup berguna misalkan Tom De Mark Trendline (TD TL), Sperandeo Trendline, dll. Tulisan mengenai berbagai tipe trendline akan dimuat dalam artikel tersendiri.

Rasanya cukup sekian untuk pembahasan trendline kali ini, jangan lupa berikan comment kawan-kawan semua. Makin banyak comment, makin banyak artikel yang akan dibuat..

Sebagai informasi chart di atas yang menampilkan fraktal otomatis, merupakan chart dari bot HQSAHAM, untuk informasi lebih lanjut mengenai penggunaan chart bot HQSAHAM dapat klik link berikut ini
https://t.me/HQSahamIDX_bot

Atau menghubungi telegram username berikut ini @hqzaham

Stay tune hanya di kampungsaham untuk ulasan artikel berikutnya

4 comments

  1. Hasanudin Reply

    Cara menarik garis trendline bagusnya dari ujung shadow apa dari body pak..terima kasih atas ilmunya pak

  2. nur arif Reply

    Klo membuat trendline di timeframe candle weekly/monthly, bisa dijelaskan penggunaannya prof?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *