SKALA CHART, LOG VS LINEAR ? APA BEDANYA ?

Mungkin tidak banyak dari pembaca yang tahu bahwa sebenarnya ada beberapa jenis skala pada chart. Apa yang dimaksud dengan skala ? Skala adalah bagaimana cara harga di plot di dalam sebuah chart. Secara umum ada 2 jenis skala chart yang paling banyak digunakan :
1. Linear atau Aritmetik
2. Ratio atau Logaritmik

Apa perbedaan kedua skala chart tersebut ? Yuk kita bahas !

SKALA LINEAR / ARITMETIK

Pada skala linear, untuk jarak antar harga yang sama akan menunjukkan perubahan harga yang sama. Bingung ? Begini contohnya. Misal harga bergerak dari 500 ke 1000, artinya terjadi perubahan 500 poin harga. Jarak dari harga 500 ke 1000 pada skala linear akan sama dengan jarak dari harga 1000 ke 1500. Kenapa? Karena sama-sama selisih 500 poin. Lihat contoh chart linear di bawah ini. Padahal secara persentase, perubahan yang terjadi berbeda. 500 ke 1000 itu naik 100%, Sedangkan 1000 ke 1500 itu naik 50%. Artinya skala linear tidak merepresentasikan perubahan persentase yang sama untuk setiap perubahan unit harga yang terjadi.

SKALA RATIO / LOGARITMIK (LOG)

Pada skala log, untuk jarak antar harga yang sama akan menunjukkan perubahan persentase yang sama. Kembali pada contoh di atas, apabila ditunjukkan dengan skala log, seperti pada gambar di bawah ini. Terlihat bahwa jarak dari 500 ke 1000 akan berbeda dengan jarak dari 1000 ke 1500. Mengapa ? Karena pada skala log, jaraknya akan sama apabila besar persentasenya sama. Misal 500 ke 1000 akan sama jaraknya dengan 1000 ke 2000, karena sama-sama 100%.

LOG VS LINEAR ?

Ok, saya sudah paham perbedaan log vs linear, whats next ? Apa itu cuma teori saja, ga ada gunanya ? Eitss tunggu dulu. Semua yang ditulis di kampung saham tentu akan berguna. Coba lihat perbedaan keduanya secara lebih mendetail di bawah ini

Gimana ? Kelihatan bedanya dengan jelas ya ? Perbedaan paling mencolok adalah skala log memiliki kecenderungan mengkompresi harga di bagian atas (upper price) sedangkan harga bagian bawah (lower price) cenderung lebih ter-ekspansi. Sedangkan pada linear chart, gambaran upper dan lower price sama saja.

Artinya bahwa skala log akan menunjukkan lower price lebih baik daripada skala linear. Dan sebaliknya, skala linear akan menunjukkan upper price yang lebih baik daripada skala log. Nah, oleh sebab itu sebagai panduan penggunaan pemilihan skala chart, beberapa hal ini perlu diperhatikan :
– Gunakan skala linear untuk short term movement, misalnya apabila ingin menganalisa saham dengan pergerakan 20-30% (Info dari beberapa literatur yang ada), maka lebih cocok gunakan linear chart. Misal pada pergerakan future, seperti forex.
– Untuk analisa pergerakan harga yang selisihnya jauh, misal di atas 30%, maka akan lebih pas menggunakan skala log, apalagi untuk analisa multiyears alias long term, misal pada pergerakan saham.

Jadi, bagi kawan-kawan yang trading di saham dan ber tipe swing trader, atau position trader, adalah lebih tepat apabila menggunakan skala log daripada skala linear. Sayangnya banyak trader tidak tahu bahwa rata-rata settingan default sebuah chart, entah itu dari amibroker, tradingview, chartnexus atau chart dari bawaan sekuritas, semuanya menggunakan linear chart. Jadi harus diganti dulu ke settingan log chart yah

APA SAJA PERBEDAAN LOG VS LINEAR

Pemilihan skala log atau linear akan mempengaruhi semua hal yang berhubungan dengan garis yang kita tarik di chart harga secara manual, misalnya trendline, channel dan chart pattern. Apabila skalanya diubah maka suduh trendline akan berubah, begitu juga dengan channel dan chart pattern.

Tapi pemilihan skala log atau linear tidak akan berpengaruh pada garis yang muncul di chart harga namun tidak ditarik secara manual. Misal moving average (MA), fibonacci, support dan resisten horizontal, dll. Artinya misal MA20 pada skala log dan skala chart hasilnya akan sama.

Mari kita buktikan apakah pernyataan di atas benar atau tidak. Berikut di bawah ini apabila menggunakan MA20 di skala linear dan skala log. Terbukti hasil MA20 nya sama, terlepas dari pemilihan skala yang digunakan, entah log ataupun linear.

Bagaimana dengan trendline ? Berikut di bawah ini terlihat perbedaan apabila menarik uptrendline di skala log dan skala linear. Nampak bahwa pada skala log, uptrendline lebih dahulu tertembus daripada menggunakan skala linear.

Berikut di bawah ini terlihat perbedaan apabila menarik downtrendline di skala log dan skala linear. Nampak bahwa pada skala linear, downtrendline lebih dahulu tertembus daripada menggunakan skala log.

Pernyataan di atas sesuai dengan falsafah trading, yaitu ketika suatu saham masih downtrend secara long term, kita tidak ingin entry terlalu terburu-buru, sehingga lebih bagus kalau menggunakan skala log. Sedangkan apabila sebuah saham uptrend dan kita punya posisi, kita ingin secepat mungkin bisa mengamankan profit apabila harga mulai terlihat mengalami perubahan arah trend. Walaupun tentu saja tidak disarankan menentukan entry exit hanya berdasarkan trendline semata.

Oke, rasanya cukup sampai di sini penjelasan mengenai skala chart, yok segera ubah skala pada chart menyesuaikan gaya trading masing-masing. Sampai jumpa pada pembahasan lainnya yang tentunya lebih menarik lagi.

Sebagai informasi chart di atas merupakan chart dari bot HQSAHAM, untuk informasi lebih lanjut mengenai penggunaan chart bot HQSAHAM dapat klik link berikut ini
https://t.me/HQSahamIDX_bot

Atau menghubungi telegram username berikut ini @hqzaham

Jangan lupa comment sebanyak-banyaknya, makin banyak comment makin banyak lagi artikel akan ditulis. Bagi yang mau belajar teknikal analisis lebih lanjut bisa join ke grup BETA dengan cara klik link di bawah ini
https://t.me/BETABISA2

2 comments

  1. Mas'ud Muhammad Reply

    Alhamdulillah,, sebelumnya sempat bertanya2 fungsi log di bot HQsaham itu buat apa.
    Sekarang jadi jelas, trimakasih prof tulisannya sangat membantu trader pemula seperti saya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *